Siswa Dibacakan Puisi, Guru Jadi Petugas Upacara

MOJOKERTO - Fenomena tak biasa terlihat saat upacara bendera di MI/MTs/MA Al Musthofa, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (25/11). Upacara digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-71 ini ternyata tak melibatkan satupun siswa sebagai petugas. Namun justru digantikan dewan guru yang rela menjadi petugas upacara.

baca: Doa Uswatun Hasanah Mengiringi Basuhan Telapak Kaki Guru

Meneladani sifat Nabi Muhammad SAW yang uswatun hasanah menjadi tema refleksi peringatan HGN tahun ini. Meski bertindak sebagai petugas, namun tak sedikitpun rasa canggung terpancar dalam raut wajah pahlawan tanpa tanda jasa itu saat menyelesaikan tugas upacara.

Tampak rasa khidmat saat Leni Retnowati, Ria Indra Novita, dan Siti Nur Jannah mengibarkan bendera merah putih. Meski baru pertama kali digelar, keseriusan upacara kali ini diwarnai mars hymne guru, dan diakhiri pembacaan puisi.

Budiono, pembina upacara menyampaikan, sifat Nabi Muhammad SAW yang uswatun hasanah seharusnya diteladani sebagai panutan para guru sebagai pendidik. ”Kita harus mencontoh Baginda Rasulullah. Beliau tidak hanya selesai pada tutur kata, namun memberikan uswatun hasanah,” ujarnya.

Kemudian di era ini, diteruskan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Dia sangat dikenal dengan semboyan ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. ”Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan,” kata Budiono. (nus/run/aka)

BERITA LAINNYA