Doa Uswatun Hasanah Mengiringi Basuhan Telapak Kaki Guru

MOJOKERTO – Nuansa tawadhu dan hormat menyelimuti aktivitas menuntut ilmu di SDN Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jumat (25/11). Berbeda dari biasanya, siswa-siswi yang mengenakan seragam pramuka lengkap dan berjilbab ini mendadak memberikan surprise kepada dewan guru.

Bertempat di halaman sekolah, tak sekadar berkumpul, bersamaan peringatan Hari Guru Nasional (HSN) 25 November 2016, para siswa itu memberikan beragam kejutan. Bukan hanya menyampaikan lantunan doa, mereka berkesempatan membasuh kedua telapak kaki para pahlawan tanpa tanda jasa itu.

Basuhan air mengandung pesan tawadhu dan penuh hormat ini salah satunya dirasakan Kepala Sekolah SDN Surodinawan, Mardiana Salim. Kendati terasa canggung, siswa negeri yang juga diajarkan ilmu agama ini tetap membasuh kedua kakinya dengan tulus.

Menggunakan kedua telapak tangan, perlahan siswa beralaskan paving block ini membasuh kaki guru, sebagai ucapan rasa terima kasih dan syukur atas bimbingan dan siraman ilmu yang diberikan tanpa lelah.

Dikelilingi ratusan siswa dan puluhan guru lainnya, Mardiana Salim didampingi salah satu guru itu kemudian memberikan sahutan atas pengadian siswanya. Membalas ucapan doa dan terima kasih yang mendalam. ”Pada Hari Guru Nasional tahun ini, SDN Surodinawan memberikan uswatun hasanah pada semua siswa,” tutur pengurus PC Muslimat NU, Kota Mojokerto ini.

Sesekali kedua tangganya menyentuh bahu dan mengusap seorang siswa yang sedang membasuh kedua telapak kakinya. ”Terima kasih anakku. Barakah ya ilmunya,” lontarnya pendek. Dia akhir basuhan, dia berpesan agar selama menempuh pendidikan, anak-anak senantiasa meminta doa restu orang tua dan guru.

”Tawadhu pada beliau (orang tua dan guru, Red) dengan tulus. Insya Allah menjadi anak saleh dan saleha,” pungkasnya diamini para siswa. (aka/onum)

 

BERITA LAINNYA