Bawa Siswa MI Mampu Menciptakan Drone dan Energi Listrik

BERADA di kawasan pinggiran tidak lantas menyurutkan anak-anak pedesaan ini gagap teknologi (gaptek). Bersekolah sembari mengenakan kopiah justru memotivasi mereka yang dilahirkan dari kejauhan hiruk pikuk kota semakin bersemangat mendalami ilmu teknologi.

baca: Konsen Pendidikan dan Pemberdayaan, Bangun Jaringan Ekonomi

Ya, siswa Madrasah Ibtidaiyah Darun Najah, Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto itu ternyata menyimpan skill luar biasa. Kendati bangku sekolah mereka berada di bawah naungan Islam, tapi motivasinya melebihi yang dikira.

Di bawah bimbingan kepala sekolah (kasek) MI Darun Najah, Muhammad Zaenal Farid, mereka sudah mampu menciptakan beragam karya teknologi kekinian. Ide-ide kreatif nan cemerlang pun membuat nama sekolah di wilayah selatan Kabupaten Mojokerto ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sekarang, para siswa berhasil menciptakan karya sains mengagumkan. Seperti merangkai drone, aeromodelling, ligh follower, line follower memanfaatkan barang bekas dan sampah. Termasuk menciptakan sumber energi alternatif berbahan buah pisang dan saur kentang.

’’Pada dasarnya, penemuan besar berangkat dari seusatu yang dianggap sepele,’’ ujar Farid, sapaan Muhammad Zainal Farid saat mendampingi anak didiknya merangkai drone.

Pria berusia 34 tahun itu menularkan keahlian sains dan teknologi setelah didorong rasa kepedulian terhadap perkembangan zaman. Tepatnya, setelah dilatarbelakangi oleh cepatnya arus modernisa yang membantu semua urusan manusia menjadi gampang dan cepat.

Sehingga secara tidak langsung, kondisi ini cenderung memengaruhi anak-anak sebagai generasi bangsa semakin malas. ’’Dulu anak masih punya identitas, ditanya cita-cita masih ada. Tapi sekarang seperti tidak ada tujuan,’’ terangnya.

Untuk membangun kembali motivasi keilmuan itu, Farid lantas mengajarkan anak didiknya tentang bagaimana berproses dengan benar. Dia menyadari, di balik usaha yang menghasilkan karya, macam teknologi, ilmu pengetahuan dan sebagainya harus dilalui dengan kemauan kuat.

’’Harapannya, mereka bisa mengetahui dan mempunyai keinginan kembali untuk berani bercita-cita,’’ tambah guru pengajar IPA ini. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir ini, Farid memang aktif mengajarkan siswa kelas 4 hingga kelas 6 melakukan berbagai macam eksperimen teknologi.

Dan hasilnya pun luar biasa. ”Anak-anak sudah bisa merangkai drone, aeromodelling, ligh follower, line follower dan energi alternatif,” terang alumnus Unmer Malang ini. Agar tidak terkesan menyulitkan, metode penerapan belajar siswa dilakukan sesederhana mungkin.

Sehingga prosesnya menjadi tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Yang mengejutkan, komponen atau onderdil yang dirangkai siswa memanfaatkan barang-barang bekas dikombinasi komponen baru. Walau begitu hasilnya terbilang mengagumkan.

Dari tangan kreatif mereka drone berfungsi dengan baik, tidak kalah dengan produk pabrikan ternama. ’’Drone yang dirakit anak-anak ini mampu mengangkat beban 1,2 kilogram,’’ tambah pria kelahiran Mei 1984 ini.

Keahlian Farid yang dititiskan kepada anak didiknya ini diperoleh secara otodidak, tepatnya setelah dia senang mengutak-atik produk teknologi. Menurutnya, memang tak mudah mendalami keilmuan teknologi, apalagi di mata anak-anak yang tinggal di pelosok desa.

Dari situ, dia harus bekerja keras melawan stigma sebagian orang yang menganggap jika siswa sibuk pelajaran sains dan agama, akan ketinggalan zaman. Padahal, bila diperhatikan dengan seksama saat keduanya digabungkan hasilnya akan luar biasa. ’’Bisa dibilang, mengenal Tuhan itu bisa dengan teknologi,’’ katanya.

Para siswa juga diajarkan tentang energi terbaru memanfaatkan sumber daya alam. Seperti menggunakan bahan baku buah pisang, kentang, jambu, dan larutan air garam. Perpaduan bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar Desa Gading itu mampu menghasilkan sumber energi listrik yang fantastis.

”Saya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan generasi penerus yang berbakat dan berpotensi untuk dilakukan pembinaan. Utamanya bagi siswa pedesaan ini,” tandasnya. (aka/onum)

 

 

 

BERITA LAINNYA