Himbau Nahdliyin Bersabar dan Tidak ke Ibukota

MOJOKERTO - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto KH Mashul Ismail meminta umat Islam agar mengikuti himbauan MUI Pusat.

Dia berharap umat Islam di Kabupaten Mojokerto tidak mengikuti unjuk rasa di Jakarta lantaran proses hukum terhadap Gubenur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah berjalan.

”Kita ikuti aturan yang ada, apalagi MUI sudah menghimbau kalau bisa ya jangan lah. Karena masalah hukum sudah dijalankan, fokusnya masalah hukum kan, jangan melebar kemana-mana. Lihat saja hasilnya (proses hukum) bagaimana,” ujarnya Rabu (23/11).

Karena unjuk rasa adalah hak setiap warga negara, kata Kiai Mashul, maka pihaknya tak punya kewenangan melarang anggota ormas ke Ibukota. Hanya saja, pengurus PC NU Kabupaten Mojokerto ini berharap para peserta demo tetap bersikap santun saat menyampaikan aspirasi.

”Yang berangkat itu hak, tapi yang sopan, jangan merusak, jangan anarki. Saya nggak melarang juga tidak menganjurkan. Pokoknya apa yang dikatakan MUI (pusat) sudah cukup. Patut kita pertimbangkan himbauannya,” imbuhnya.

Kiai Mashul menjamin, umat Islam di Kabupaten Mojokerto tidak akan melakukan aksi makar. ”Umat Islam seperti itu (makar) tidak ada. Yang penting sesuai aturan. NKRI harga mati,” tandasnya.

Senda disampaikan Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto, KH Syihabul Irfan Arief. Menurutnya, umat muslim khususnya warga nahdliyin baiknya untuk menahan diri dengan tidak turut serta turun ke jalan pada aksi 2 Desember mendatang.

”Ya menurut saya, sesuai edaran dan pidato Ketua PB NU (KH Said Aqil Siraj, Red),” ujarnya. Di berbagai pemberitaan, Ketua PB NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga menghimbau umat Islam tidak ikut-ikutan aksi unjuk rasa pada 2 Desember mendatang.

Terlebih dalam aksi itu ada ajakan untuk menjalankan salat Jumat berjamaah di jalan. ”Karena itulah, mudarat kegiatan tersebut akan lebih besar dibanding manfaatnya,” kata Wagub Jawa Timur ini. Menurut Gus Ipul, aksi tersebut rentan disalahartikan publik.

Dia menyarankan supaya umat Islam tidak lagi mengikuti aksi tersebut. Terlebih, saat ini calon Gubernur DKI nonaktif Ahok  sudah ditangani pihak kepolisian. ”Menyampaikan sesuatu kebenaran juga harus dengan cara yang benar dan indah," paparnya. (aka/NU Mojokerto)


 

 

BERITA LAINNYA