Klaim BPJS Kesehatan di RSI Sakinah Tembus Rp 4,5 Miliar Per Bulan

MOJOKERTO - Defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencapai Rp 6,7 triliun membuat beberapa fasilitas kesehatan ketar-ketir. Namun, di Kabupaten Mojokerto proses pengklaiman biaya dari rumah sakit masih terbilang masih aman.

Itu diungkapkan Plt Direktur RSI Sakinah, Mojokerto, dr Lativi. Menurutnya, untuk pembayaran klaim BPJS Kesehatan belum terimbas akibat defisit yang terjadi. ”Sementara ini BPJS selalu tepat waktu dalam membayar setiap bulan,” ungkapnya.

Meski demikian, biaya klaim dari rumah sakit Nahdlatul Ulama (NU) ini terbilang tinggi. Rata-rata dari program jaminan kesehatan itu menembus Rp 4 sampai Rp 4,5 miliar per bulan. ”Biaya itu didapat dari pasien yang rawat jalan maupun rawat inap,” tuturnya.

Dalam melakukan klaim itu sendiri, kata Lativi, dilakukan setiap awal bulan dan paling akhir tanggal 10 kalender. Dia menjelaskan, setelah mengajukan klaim tersebut akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu dari pihak BPJS Kesehatan.

”Kalau lulus verifikasi baru bisa diproses pencairan sepuluh hari berikutnya,” terangnya. Namun, tidak semua klaim BPJS Kesehatan lulus verifikasi. Itu disebabkan karena beberapa faktor, sehingga tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. 

Dia merinci, di antaranya adalah  pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan tidak disertai surat rujukan dan kartu yang digunakan nonaktif. ”Terkadang dia (pasien) saat masuk rawat inap kartunya masih aktif, tapi saat pulang ternyata sudah tidak aktif,” katanya.

Seperti diketahui, hal itu lantaran aturan baru yang ditetapkan per 1 Juli kemarin. Bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan mandiri yang menunggak iuran bulanan, secara otomatis kartu akan nonaktif sementara.

Untuk mengaktifkan kembali harus melakukan pembayaran sejumlah tunggakan yang ada. Namun, jika selama 45 hari setelah itu, pasien melakukan rawat inap, pasien akan dikenakan biaya 2,5 persen dari total biaya tersebut. ”Ya kalau secara administratif tidak memenuhi kelayakan memang tidak bisa diklaimkan,” tutupnya. (ram/ris/jprm/numojokerto)

 

 

BERITA LAINNYA