Melebur Jadi Santri, Wali Kota Kiai Masud Yunus Menulis Alquran

MOJOKERTO - Meski telah menjabat sebagai wali kota, jiwa sebagai seorang santri rupanya masih tertanam di hati Mas’ud Yunus. Di puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2016, Sabtu (22/10), pejabat sekaligus kiai ini menyempatkan diri berada di tengah-tengah ratusan santri.

Usai mengikui upacara HSN, sembari menggunakan peci dan bersarung merah motif kotak, orang nomor satu di Pemkot Mojokerto ini ”kembali nyatri” dengan belajar menulis Alquran.

Namun kali ini, kegiatan yang biasa dilakukan santri di lingkungan pondok pesantren (ponpes) itu bukan untuk menulis ayat-ayat suci Alquran. Di pusatkan di Ponpes An Nawawi, Jl Gajah Mada, Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus sedang mengikuti kegiatan penebalan Alquran dalam rangkan HSN.

Saat berada di antara ratusan santri, sekadar menggunakan dampar atau meja kecil, sosok orang berpengaruh di pemkot itu terlihat khusuk melakukan penebalan menggunakan pensil.

Satu per satu ayat-ayat Alquran ditulisnya mengikuti huruf-huruf Alquran yang dicetak samar-samar atau tidak terang 100 persen. ”Penebalan ayat-ayat suci ini nantinya akan dijadikan satu, dan menjadi Alquran yang telah ditebalkan para santri,” ujarnya.

Berbeda dengan tugas yang biasa dilakoni di ruang kerjanya di sekretariat pemkot, untuk menebalkan Alquran Mas’ud Yunus harus menulisnya dari kanan. Hingga akhirnya, penebalan ini dapat diselesaikan tanpa bantuan santri maupaun ajudan yang biasa mendampingi.

”Ya rasannya seperti sedang mengaji bersama mereka (santri, Red). Tapi syukur alhamdulillah, sejak dulu santri itu ada dalam hati saya,” paparnya. (ris/jprm/numojokerto)

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA