Melasma Rentan bagi Ibu Hamil

STUDI klinis di luar negeri menunjukkan bahwa melasma pada seseorang biasanya akan berkembang di musim panas, ketika matahari paling intens memancarkan sinarnya.

Di musim dingin, hiperpigmentasi di melasma cenderung kurang terlihat atau ringan. 

[Baca juga: Mengenal Melasma, Gangguan Kulit yang Banyak Diderita Wanita]

“Tapi, meskipun dingin kita tetap harus bisa mengantisipasi,” kata dr Noviana Indrawati, yang bertugas di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya.

Lebih jauh Noviana menjelaskan, ketika  melasma terjadi selama kehamilan, ia juga disebut kloasma atau ‘topeng kehamilan’.

Wanita hamil mengalami peningkatan level hormon esterogen, progesterone, dan melanocyte-stimulating hormone (MSH) selama trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Melanosit adalah sel-sel pada kulit yang menyimpan pigmen. 

“Namun, diperkirakan bahwa melasma yang berhubungan dengan kehamilan disebabkan oleh adanya peningkatan kadar progesterone, bukan karena esterogen, dan MSH,” jelasnya. (opi/jpg)

BERITA LAINNYA