Nelayan Tuban Dirompak di Perairan Bawean

BAWEAN - Dua perahu berserta anak buah kapal (ABK) milik nelayan Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur selamat dari perompak.

Seluruh perlengkapan dan hasil tangkapan dijarah. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Insiden penjarahan itu terjadi di sekitar Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, 13 April 2016 lalu.

Selama 3 hari seluruh ABK ditawan, dan perlengkapan perahunya dilucuti.

“Beruntung semua ABK selamat dan sekarang mereka sudah kembali ke kampung halamannya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tuban, Sunarto, Selasa (19/4).

Setelah mendapat laporan dari salah satu nelayan Palang, DKP langsung berkoordinasi dengan DKP Provinsi Jawa Timur, Polres Gresik, dan Satuan Polisi Air (Satpolair) wilayah setempat.

Lantaran Pulau Bawean masih wilayah Gresik, hanya berjarak 80 mil atau 120 kilometer dari darat.

“Tindakan tersebut murni kriminal dan langsung ditindak satuan kemanan Gresik,” imbuh Narto.

Insiden penjarahan ini termasuk perdana di Jawa Timur. Menurut catatannya belum ada laporan tentang adanya perompak dari nelayan setempat.

Sesuai pengakuan nelayan Palang, ketika dua perahu berdekatan dengan Pulau Bawean mendadak didatangi beberapa perahu bersenjata tajam, dan meminta seluruh perlengkapan diserahkan.

“Mulai bahan bakar minyak, hasil tangkapan, serta alat tangkap dijarah,” tambahnya.

Tak membutuhkan waktu lama untuk bernegoisasi, seluruh satuan keamanan dikerahkan dan berhasil melumpuhkan perompak kecil tersebut.

“Atas insiden ini nelayan harus lebih berhati-hati,” harapnya. (bst/rtn)

BERITA LAINNYA