Limbah Medis Klinik Mulai Mengkhawatirkan

SIDOARJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo akan memberikan sosialisasi kepada sejumlah klinik di Sidoarjo. Sosialisasi tersebut di antaranya tentang pemahaman terhadap pengolahan limbah medis yang harus jelas dilakukan dengan baik.

Sekretaris Dinkes Setyo Winarno mengatakan, pembuangan maupun pengolahan limbah medis harus dilakukan dengan tepat.

Itu untuk memiminalisir pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah medis.

“Jangan malah membuat lingkungan menjadi kumuh dan menimbulkan penyakit baru,” katanya, Rabu (20/4). 

Dia mengungkapkan, penanganan limbah medis harus dilakukan dengan baik. Semua klinik harus memiliki penanganan limbah. 

Baik itu diolah sendiri dengan alat yang sudah ada maupun diserahkan oleh pihak kedua untuk diolah. Sehingga, penanganan limbah tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar.

“Ya harus sesuai jika tidak akan kena tegur dan bisa berdampak pada penutupan klinik tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, banyak klinik yang beroperasi di lingkungan masyarakat. Sehingga, limbah medis diharapkan tidak mengganggu masyarakat sekitar.

Adanya klinik diharapkan bisa membantu pelayanan kesehatan dengan mudah dan tidak menimbulkan persoalan baru.

“Masyarakat akan mengeluh jika keberadaan klinik justru membuat lingkungan menjadi kumuh dan bau,” jelasnya.

Untuk itu, tambahnya, Dinkes akan berupaya untuk terus mengontrol kondisi klinik di Kota Delta. Pelayanan serta pengolahan limbah menjadi salah satu fokus agar klinik bisa berjalan dengan baik.

Peningkatan pelayanan juga harus dibarengi dengan penataan serta pengolahan limbah dengan baik. (vga/nug)

BERITA LAINNYA